Minggu, 29 Maret 2015

KARANGAN


Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Dalam artikel ini akan dibahas tentang 3 jenis karangan, yaitu: karangan ilmiah, karangan non ilmiah, dan karangan semi ilmiah. Berikut ini penjelasannya.
a.       Karangan ilmiah
Pengertian karangan Ilmiah merupakan sebuah Karya yang baik dan bisa kita ambil kesimpulan untuk mendapatkan inspirasi dari sebuah Karya Ilmiah tersebut. Berikut adalah sedikit penjelasan tentang Karya Ilmiah.
Pengertian karangan Ilmiah adalah Sebuah karya tulis yang mana didalam isinya mengungkapkan suatu pembahasan yang lengkap dan secara ilmiah yang dituliskan oleh seorang penulis. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
Ciri-ciri karangan ilmiah yaitu:
a. sistematis;
b. objektif;
c. cermat, tepat, dan benar;
d. tidak persuasif;
e. tidak argumentatif;
f. tidak emotif;
g. tidak mengejar keuntungan sendiri;
h. tidak melebih-lebihkan sesuatu.
Bentuk karangan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Makalah adalah karangan ilmiah yang membahas suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup perkuliahan, seminar, simposium, atau pertemuan ilmiah lainnya. Makalah terdiri atas judul karangan, abstrak, pendahuluan, pembahasan, simpulan, dan daftar pustaka.
Usulan penelitian atau proposal adalah usulan tentang suatu hal sebagai rencana kerja atau penelitian yang dituangkan dalam bentuk rancangan penelitian. Usulan penelitian memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, metode penelitian, jadwal kegiatan, sistemetika penulisan, dan daftar pustaka.
Skripsi adalah pelatihan pembuatan karangan ilmiah yang berupa naskah teknis sebagai persyaratan bagi calon sarjana. Tesis adalah karangan ilimiah yang menitikberatkan pada metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Disertasi adalah karangan ilmiah yang selain mementingkan metodologi penelitian dan penulisan juga harus menemukan paradigma baru tentang suatu ilmu.

Metode ilmiah adalah garis-garis pemikiran yang bersifat konseptual dan prosedural. Konseptual berarti memiliki gagasan orisinil, sedangkan prosedural berarti memulai dengan observasi dan mengakhiri dengan pernyataan-pernyataan umum. Suatu hal yang harus dipegang teguh dalam menerapkan sikap ilmiah adalah konsistensi. Tujuan mempelajari metodologi penulisan karangan ilmiah:
a. meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis;
b. meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis;
c. meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah.
Selanjutnya, sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seoarang peneliti yaitu ingin tahu dan kritis; terbuka dan objektif; menghargai karya orang lain; berani mempertahankan kebenaran; sikap menjangkau ke depan.

 Pelaksanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Langkah-langkah yang harus ditempuh yaitu membuat timbangan pustaka, menentukan masalah, memcahkan masalah, membentuk hipotesis, menguji hipotesis, dan menerbitkan hasil penelitian. Timbangan pustaka adalah menimbang atau menilai hasil-hasil penelitian yang telah dikerjakan oleh orang lain untuk dibahas dan disimpulkan. Persyaratan penimbang pustaka yaitu berpengetahuan dalam bidangnya, berkemampuan menganalisis, berpengetahuan dalam acuan yang sebanding. Timbangan pustaka ini berguna untuk mengetahui letak masalah yang kita kemukakan dalam ruang yang sama.

KARANGAN ILMIAH POPULER
Karangan ilmiah popular atau semiilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semiilmiah biasa dinamai ilmiah popular. Ciri-ciri karangan ilmiah popular:
a ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b fakta yang disimpulkan subyektif,
c gaya bahasa formal dan popular,
d mementingkan diri penulis,
e melebihkan-lebihkan sesuatu,
f usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
g bersifat persuasif.

Contoh Karangan Ilmiah Popular
Bentuk karangan semiilmiah atau ilmiah popular yaitu artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku
b.      Karangan non ilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.

BAHASA KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH
“Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir” adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika Anda menulis.

Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.

Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter).
Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra. Berikut perbandingan istilah ilmiah dan popular.

KATA ILMIAH KATA POPULER
Metode
Prosedur
Sahih
Fonem
Populasi
Stadium
Karbon
Produk
Volume
Makro
Paradigma

Cara
Lankah-langkah
Sah
Bunyi
Penduduk
Tahapan
Orang
Hasil
Isi
Besar
Pandangan.

c.       Karangan semi ilmiah

Pengertian karangan semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah.

Pengertian karangan semi ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Senin, 23 Maret 2015

PENALARAN INDUKTIF


Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran ini dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
1.       Generalisasi
Adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu.
Contoh generalisasi adalah setelah di adakan peninjauan dan penelitian lebih seksama, ternyata di kawasan bandung terdapat sekurang – kurangnya lima buah obyek wisata. Di kawasan Garu tempat obyek wisata, di kawasan tasikmalaya dan ciamis terdapat sekurang – kurangnya enam buah obyek wisata. Di daerah lain seperti suka bumi, banten, danyang lainnya juga terdapat obyek wisata. Dapat di katakan bahwa daerah jawa baratmemang kaya dengan obyek wisata.
Macam-macam generalisasi:
a. Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
b. Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
2.       Analogi
Adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan.
Contoh dari analogi : Belajar matematika butuh ketelitian apalagi ketika mempelajari beberapa bab tertentu yang butuh tingkat ketelitian yang tinggi. Sama seperti kita mencari jarum di tumpukan jerami ialah hal yang susah namun bukanlah mustahil jika dilakukan dengan penuh semangat dan konsentrasi.
3.       Hubungan kasual
Merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat.
Contoh dari hubungan kasual : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

                                http://onan-kost.blogspot.com/2010/05/paragraf-generalisasi-analogi-dan.html
                                

Minggu, 15 Maret 2015

PENALARAN DEDUKTIF



Penalaran deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Penalaran ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1.       SILOGISME
adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi:
1) premsi mayor dan
2) premis minor.
Contoh:
A: Semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahanka hidupnya (Premis mayor)
B: Joko adalah seorang mahluk hidup (Premis minor)
C: Jadi, Joko perlu makan untuk mempertahakan hidupnya (Kesimpulan)

SILOGISME KATEGORIAL
Silogisme Kategorial adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
1) Premis umum : Premis Mayor (My)
2) Premis khusus : Premis Minor (Mn)
3) Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor. Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai
berikut:
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA


SILOGISME HIPOTESIS
Silogisme hipotesis terdiri dari suatu putusan bersayarat sebagai ”mayor”dalam bentuk ”apabila p maka q”(”p”dan ”q”adalah dua proposisi),lalu suatu ”minor”yang dapat terjadi dalam empat bentuk,dan akhirnya kesimpulan.
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis, dan premis minornya bersifat katagorial. Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
1.      Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
2.      Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
3.      Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan maka hasil akan maksimal
4.      Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.

SILOGISME ALTERNATIF
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Paman Boim berada di Semarang atau Bogor.
Paman Boim berada di Semarang.
Jadi, Paman Boim tidak berada di Bogor.


2.       ENTINEM
adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Contoh:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam lomba itu.
Anda telah memenangkan lomba ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Sumber :              http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran#Metode_deduktif


Minggu, 08 Maret 2015

PENALARAN



Penalaran adalah proses berfikir yang menghasilkan sebuah pengertian.  Dengan kata lain penalaran adalah proses berfikir yang sistematik dalam logis untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Kesimpulan didapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat ahli. Secara umum penalaran dibagi menjadi dua jenis yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
a.       Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran ini dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
1.       Generalisasi
Adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu.
2.       Analogi
Adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan.
3.       Hubungan kasual
Merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat.
b.      Penalaran deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Penalaran ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1.       Silogisme
adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga.
2.       Entinem
adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Cara menguji data : Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1.    Observasi
2.    Kesaksian
3.    Autoritas
Cara menguji fakta : Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1.      Konsistensi
2.      Koherensi

Selasa, 16 Desember 2014

Contoh Analisis Skripsi


Analisis mengenai skripsi ini saya buat guna memenuhi tugas mata kuliah metode penelitian, mohon maaf jika terdapat kesalahan mengenai isi yang ada didalamnya.

Judul Skripsi       : Analisis Halte Yang Ergonomi Dikawasan Kalimalang, Jakarta Timur
Penulis                :Giri Saputra
Asal                    :Teknik Industri , Universitas Gunadarma

1.            Jenis penelitiananya adalah penelitian survei karena tujuan utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek (populasi) yang dapat diteliti pada skripsi ini variabeknya berupa permasalahan terhadap halte.
2.            Sifat penelitiannya berdasarkan sifat masalahnya yaitu:
a.            Penelitian  Deskriptif yang bertujuan untuk  membuat deskripsi halte secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi data pada daerah kalimalang, jakarta timur.
b.            Penelitian Kasus atau Lapangan dalam pengambilan data penulis mengambil data secara langsung terhadap objek yank ingin diteliti yaitu halte yang ada didaerah kalimalang, jakarta timur.
3.      Berdasarkan pengumpulan datanya yaitu:
a.            Pengamatan (observasi) karena cara pengumpulan data dengan tujuan dan melihat langsung kelapangan terhadap objek yang diteliti.
b.            Penggunaan kuesioner (angket) karena cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) terhadap objek yang diteliti.
c.             Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada objek yang diteliti.
4.            Teknik yang digunakan untuk mengambil data yaitu teknik sampling karena dari 10 halte yang digunakan sebagai objek penelitian hanya 4 halte saja yang ditelitih.
5.            Kriteria yang digunakan untuk penelitian adalah aspek ergonomi yaitu anthropometri.
6.            Berdasarkan metode penelitian tujuannya yaitu mengembangkan halte yang sudah ada agar lebih ergonomis dan nyaman saat halte tersebut digunakan oleh masyarakat.
7.            Terdapat 4 halte yang ditelitih dengan masing – masing halte diambil 25 orang sebagai sampel penelitian, jadi dengan total keseluruhan halte sebanyak 100 orang sampel, Berikut ini 4 halte yang ditelitih:
a.            Halte Pondok kelap ( depan burger n grill)
b.            Halte Megatama ( depan Bank BRI )
c.             Halte Supermarket Giant ( depan Supermarket giant )
d.            Halte Cipinang Besar ( depan SD Putra 1 )
8.            Data yang diambil bersifat kuantitatif karena data yang diambil berupa responden terhadap tingkat kepuasan serta tingkat ketidakpusan pengguna halte yang ada pada daerah kalimalang, jakarta timur. Data yang diambil berupa:
a.       Kanopi halte yang nyaman.
b.      Keamanan halte dari tindak kriminal.
c.       Kebersihan Halte.
d.      Penerangan pencahayaan halte.
e.       Terdapat tempat duduk pada halte.
f.       Halte yang kokoh / kuat.
g.      Halte menampung banyak orang.
h.      Halte tidak bocor saat hujan.
i.        Halte tidak licin saat hujan.
j.        Tidak terdapat pengemis.
9.            Menurut saya pada bab 1 sudah mencangkup semua kriteria yang ada pada bab 1 seharusnya, seperti latar belakang permasalahan, alasan dalam pengambilan terhadap masalah  yang ditelitih lalu metode yang digunakan serta tujuan yang jelas dalam pembuatan laporan ini.
10.          Menurut saya pada bab 2 materi yang diasampaikan terhadap permasalahan yang diambil belum semuanya terpenuhi dengan kriteria yang dibutuhkan, dimana teori yang disampaikan terlalu banyak mengenai pencahayaan serta tingkat penyesuaian suara seperti kebisingan, sedangkan aspek untuk anthropometrinya itu sendiri masih terlalu sedikit.
11.          Menurut saya pada bab 3 sudah memenuhi kriteria penulisan ilmiah karena pada bab metodologi penulisan ini, penulis menjabarkan cara-cara yang dilakukan pada saat pengambilan data, seperti melakukan kuisioner, wawancara langsung terhadap sampel yang diambil serta penjabaran dalam pengambilan datanya juga cukup bagus.
12.          Menurut saya pada bab 4 pembahasan ini penulis sudah bagus dalam melakukan pengolahan data serta menjelaskan sangat detail mengenai halte yang ditelitih serta penjabaran yang dilakukan sangai bagus dan sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan kepada para pembaca.
13.          Menurut saya pada bab kesimpulan dan saran ini, penulis sudah sesuai dengan metode penelitian karena isi dari penulisan tugas akhir atau skripsi pada bab ini menjawab tujuan yang ada pada bab 1.
14.          Berdasarkan analisa saya secara keseluruhan terhadap tugas akhir atau skripsi ini sudah memenuhi syarat suatu penelitian, karena sudah sesuai dengan isi dari matode penelitian serta penyampaian isi kepada pembaca juga sangat bangus karena sangat mudah dimengerti oleh para pembaca.

Kamis, 06 November 2014

train - marry me lyrics and chords


Marry Me (Train)


Intro:  C / Csus4/ C / C(sus4) (4 beats each)

Forever could never be long enough for me
To feel like Ive had long enough with you
Forget the world now we wont let them see
But theres one thing left to do
Now that the weight has lifted
And love has surely shifted my way

Chorus

        Marry me          today and every day
        Marry me          if I ever get the nerve to say hello in this cafe
        Say you will (hmm)  say you will (hmm)  


Together could never be close enough for me  
To feel like I am close enough to you
You wear white and Ill wear out the words
I Love You and Youre Beautiful
Now that the wait is over
And love has finally shown her my way   (Repeat Chorus)

Bridge

Promise me youll always be happy by my side
I promise to sing to you when all the music dies


        Marry me          today and every day
        Marry me          if I ever get the nerve to say hello in this café
        Say you will (hmm) say you will (hmm)   
        Marry me

coldplay - yellow lyrics and chords



A
                                         E
 look at the stars, look how they shine for you
                    Dsus2
and everything you do, yeah they were all yellow
A                               E
 i came along, i wrote a song for you
                        Dsus2
and all the things you do and it was called yellow
A               E                                Dsus2
 and so i took my turn, oh what a thing to have done
                     A   Asus4   A
and it was all yellow



CHORUS 1:

D             F#m              E           D
 and your ski-in, oh yeah your skin and bo-ones
       F#m            E        D
turn i-into something beautifu-ul
            F#m           E           D                      
and you kno-ow you know i love you so-o
Dsus2                  (A)
 you know i love you so-o


(A)   Asus4   E   Esus4   D   Dsus2   A   Asus4



VERSE 2:

A                                 E
 i swam across, i jumped across for you
                    Dsus2
oh what a thing to do, cos you were all yellow
A                               E
 i drew a line, i drew a line for you
                    Dsus2
oh what a thing to do
                     A   Asus4   A
and it was all yellow



CHORUS 2:

D             F#m              E           D
 and your ski-in, oh yeah your skin and bo-ones
       F#m            E        D
turn i-into something beautifu-ul
            F#m            E            D                      
and you kno-ow for you i'd bleed myself dry
Dsus2                    (A)
 for you i'd bleed myself dry


(A)   Asus4   E   Esus4   D   Dsus2   A   Asus4



OUTRO:

     A   Asus4                     E   Esus4
it's true, look how they shine for you
                        D   Dsus2
look how they shine for you
                       A   Asus4
look how they shine for
                        E   Esus4
look how they shine for you
                        D   Dsus2
look how they shine for you

look how they shine
A                                         Em
 look at the stars, look how they shine for you
                       D
and all the things you do


-rigs-